Saturday, November 29, 2014

May Allah always bless us :)

”Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina Muhammad wa’ala ali sayyidina Muhammad’.
Bersabarlah jika Do’a Belum di kabulkan
Bersabarlah jika Jodoh Masih belum datang
Bersabarlah jika Rizqi semakin menipis
Bersabarlah Manusia mengecewakanmu
Bersabarlah jika Yang engkau Harapkan belum TERWUJUD.
Sesungguhnya Allah Sengaja mengujimu dengan berbagai Cara..
Agar kamu tetap Kuat walaupun Banyak Cobaan yang Berat..
Percayalah..!!
Suatu saat Nanti Apa yang engkau harapkan akan Terwujud, jika kamu Terus bersabar,Berdo’a,dan Berusaha..
Sesungguhnya..
Setiap Do’a itu - ada jawabannya
Setiap Manusia itu - ada Jodohnya
Setiap Manusia itu - di beri rizqinya
Setiap kekecewaan itu - ada HIKMAHNYA..

Innallahamashobirin 😊😊😊😊😊❤️

Thursday, November 27, 2014

Tetap Berpahala Ketika Haid (LADIES ONLY)


          Haid adalah sunatullah yang telah ditetapkan bagi wanita. Dalam sebulan sekali mereka mengalaminya.  Haid secara bahasa artinya aliran. Sedangkan yang dimaksud haid dalam ilmu fiqih adalah yang keluar dari qubul (kemaluan) wanita ketika dalam keadaan sehat bukan karena melahirkan dan bukan karena penyakit. Keluarnya haid rutin setiap bulan. Karena datangnya setiap bulan itulah maka haid biasa disebut daurah syahriyah atau kalau orang Indonesia menyebutnya dengan tamu bulanan.

           Menurut Imam Syafii batas minimal haid adalah satu hari satu malam dan batas maksimalnya lima belas hari lima belas malam. Biasanya wanita mengalami haid enam atau tujuh hari. Jadi, apabiladarah tersebut keluarnya kurang dari sehari semalam, maka tidak bisa dikatakan sebagai darah haid dan apabila keluarnya lima belas hari lima belas malam maka kelebihannya adalah darah istihadhah. Wanita yang mengeluarkan darah istihadah tetap diwajibkan untuk shalat.

 Hal-hal yang dilarang bagi wanita haid dan nifas:
 1.       Shalat
 2.       Puasa
 3.       Thawaf
 4.       Berdiam diri di Masjid
 5.       Melakukan Hubungan Suami – Istri
 6.       Menyentuh Alquran
 7.       Membaca Alquran

Hikmah Haid:
1.       Untuk mengetahui apakah seorang wanita masih produktif ataukah tidak 
2.       Untuk menandakan hamil tidaknya seseorang 
3.       Untuk menumbuhkan kerinduan suami istri

Wahai wanita muslimah janganlah bersedih masih banyak yang bisa dikerjakan dan berpahala ketika kita Haid antara lain: 
1.       Dzikir 
2.       Menjawab Suara Adzan 
3.       Berdoa 
4.       Membangunkan keluarga untuk shalat malam atau shalat subuh 
5.       Memotifasi suami atau anak dan keluarga untuk shalat berjamaah di masjid, mencari pahala 
       dalam mencari nafkah , serta untu senantiasa berdzikir. 
6.       Menghadiri majelis Ta’lim 
7.       Bersedekah 
8.       Membaca shalawat nabi

                                                                      ~Semoga Bermanfaat~

Sumber: Buku Dzikir for Muslimah (Tetap Berpahala Ketika Haid) Muhammad Syafi’i Masykur

Monday, November 10, 2014

Note To Self-10 ways of falling in love with Allah (swt)

1. Read the Quran and contemplate
2. Fardh deeds followed by sunnah deeds
3. Continuously remember Him
4. Prefer Allah over anyone/thing you love.
5. 99 names of Allah - Learn them & Use them.
6. Think of Allah’s mercy, greatness, love, and forgiveness.
7. Think of Allah - become ashamed
8. Last third of the night, talk to Allah
9. Be with people who love Allah & His messenger
10. Follow the Prophet Muhammad (sallallahu alayhi wa sallam)


Source: I love Muhammad (Facebook)

Thursday, November 6, 2014

KEUTAMAAN-KEUTAMAAN MEMBACA AL KAHFI HARI JUM'AT

Hari Jum’at merupakan hari yang mulia. Bukti kemuliaannya, Allah mentakdirkan beberapa kejadian besar pada hari tersebut. Dan juga ada beberapa amal ibadah yang dikhususkan pada malam dan siang harinya, khususnya pelaksanaan shalat Jum’at berikut amal-amal yang mengiringinya.

 


Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ

"Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling afdhal adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, dan pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk. . . . " (HR. Abu Dawud, an Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan al Hakim dari hadits Aus bin Aus)

Membaca Surat Al-Kahfi

Salah satu amal ibadah khusus yang diistimewakan pelakasanaannya pada hari Jum’at adalah membaca surat Al-Kahfi. Berikut ini kami sebutkan beberapa dalil shahih yang menyebutkan perintah tersebut dan keutamaannya.

1. Dari Abu Sa'id al-Khudri radliyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ

"Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul 'atiq." (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim serta dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 736)

2. Dalam riwayat lain masih dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu 'anhu,
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ أَضَآءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ

"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum'at." (HR. Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249. Ibnul Hajar mengomentari hadits ini dalam Takhrij al-Adzkar, “Hadits hasan.” Beliau menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits paling kuat tentang surat Al-Kahfi. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih al-Jami’, no. 6470)

3. Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءَ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ

Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.

Al-Mundziri berkata: hadits ini diriwayatkan oleh Abu Bakr bin Mardawaih dalam tafsirnya dengan isnad yang tidak apa-apa. (Dari kitab at-Targhib wa al- Tarhib: 1/298)”

Kapan Membacanya?

Sunnah membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at atau pada hari Jum’atnya. Dan malam Jum’at diawali sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis. Kesempatan ini berakhir sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’atnya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kesempatan membaca surat Al-Kahfi adalah sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis sore sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’at.

Imam Al-Syafi'i rahimahullah dalam Al-Umm menyatakan bahwa membaca surat al-Kahfi bisa dilakukan pada malam Jum'at dan siangnya berdasarkan riwayat tentangnya. (Al-Umm, Imam al-Syafi'i: 1/237).

Mengenai hal ini, al-Hafidzh Ibnul Hajar rahimahullaah mengungkapkan dalam Amali-nya: Demikian riwayat-riwayat yang ada menggunakan kata “hari” atau “malam” Jum’at. Maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud “hari” temasuk malamnya. Demikian pula sebaliknya, “malam” adalah malam jum’at dan siangnya. (Lihat: Faidh al-Qadir: 6/199).

DR Muhammad Bakar Isma’il dalam Al-Fiqh al Wadhih min al Kitab wa al Sunnah menyebutkan bahwa di antara amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan pada malam dan hari Jum’at adalah membaca surat al-Kahfi berdasarkan hadits di atas. (Al-Fiqhul Wadhih minal Kitab was Sunnah, hal 241).
Kesempatan membaca surat Al-Kahfi adalah sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis sore sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’at.
Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jum’at

Dari beberapa riwayat di atas, bahwa ganjaran yang disiapkan bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at atau pada siang harinya akan diberikan cahaya (disinari). Dan cahaya ini diberikan pada hari kiamat, yang memanjang dari bawah kedua telapak kakinya sampai ke langit. Dan hal ini menunjukkan panjangnya jarak cahaya yang diberikan kepadanya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ

Pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka.” (QS. Al-Hadid: 12)



Balasan kedua bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at berupa ampunan dosa antara dua Jum’at. Dan boleh jadi inilah maksud dari disinari di antara dua Jum’at. Karena nurr (cahaya) ketaatan akan menghapuskan kegelapan maksiat, seperti firman Allah Ta’ala:

إن الحسنات يُذْهِبْن السيئات

Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Huud: 114)

Surat Al-Kahfi dan Fitnah Dajjal

Manfaat lain surat Al-Kahfi yang telah dijelaskan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah untuk menangkal fitnah Dajjal. Yaitu dengan membaca dan menghafal beberapa ayat dari surat Al-Kahfi. Sebagian riwayat menerangkan sepuluh yang pertama, sebagian keterangan lagi sepuluh ayat terakhir.

Imam Muslim meriwayatkan dari hadits al-Nawas bin Sam’an yang cukup panjang, yang di dalam riwayat tersebut Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,  “Maka barangsiapa di antara kamu yang mendapatinya (mendapati zaman Dajjal) hendaknya ia membacakan atasnya ayat-ayat permulaan surat al-Kahfi.

Dalam riwayat Muslim yang lain, dari Abu Darda’ radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dari permulaan surat al-Kahfi, maka ia dilindungi dari Dajjal.” Yakni dari huru-haranya.

Imam Muslim berkata, Syu’bah berkata, “Dari bagian akhir surat al-Kahfi.” Dan Hammam berkata, “Dari permulaan surat al-Kahfi.” (Shahih Muslim, Kitab Shalah al-Mufassirin, Bab; Fadhlu Surah al-Kahfi wa Aayah al-Kursi: 6/92-93)
Imam Nawawi berkata, “Sebabnya, karena pada awal-awal surat al-Kahfi itu tedapat/ berisi keajaiban-keajaiban dan tanda-tanda kebesaran Allah. Maka orang yang merenungkan tidak akan tertipu dengan fitnah Dajjal. Demikian juga pada akhirnya, yaitu firman Allah:

أَفَحَسِبَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ يَتَّخِذُوا عِبَادِي مِنْ دُونِي أَوْلِيَاءَ

Maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? . . .” QS. Al-Kahfi: 102. (Lihat Syarah Muslim milik Imam Nawawi: 6/93)


Sumber:https://www.facebook.com/notes/yusuf-mansur-network/keutamaan-keutamaan-membaca-al-kahfi-hari-jumat/10150373697695210

Wednesday, October 15, 2014

How to be a great person: Have good manners!

Say please and thank you, it will make people feel appreciated.

Never intentionally embarrass another person, because everyone deserves respect.

Never talk only about oneself, instead, ask how the other person is doing.

Never ask personal questions in your first meeting. Why so nosy anyway?

Greet people, say hello more often whether it is the mailman or the barista making your coffee, just say hello where you come into contact with another person.

Speak politely by never talking over someone and interrupting them. Just because you are busting to say something that fits the conversation, wait and slip it in when you can.

Congratulate others on their success, and be genuine about it.

Drive nicely. It can be hard to do, but is it such a big deal to let someone into your lane ahead of you? All in all, put safety first.

Introduce others into the conversation rather than let them be wallflowers on the edge. Introduce them to the group and highlight what you have been talking about so they can get up to speed quickly.

Never smoke in front of others without seeking approval. Ask if you can smoke or leave it until later.

Never arrive late or not at all without calling ahead. Everyone’s time is important and again, it reflects back on your character.

Laugh, smile, giggle, cry with dignity. Do not make a scene.

Smile, be interested in the surroundings.

Dress appropriately, because it is generally rude to call a certain attention to yourself. Such as wearing jeans to a wedding, looking sloppy.

Speak properly, make it a habit to pronounce your words clearly and refrain from mumbling or speaking too fast.

Never assume anything about anyone. "She's so rich, it'll be okay if I don't pay her back for lunch."

Never touch another person's things or children unless invited to.

Never talk about money. "How much does it cost?", "What did you pay for your house?", "How much do you earn?", "How much do you make from your business.".


Practice good manners, because manners are kindness.

:)


Source: http://dianarikasari.blogspot.com/search/label/Thoughts

Wednesday, September 3, 2014

Hidup Untuk Ibadah :)

MOTIVASI HIDUP - HIDUP INI SELURUHNYA IBADAH
3 August 2010 at 15:47
Motivasi hidup akan mempengaruhi hidup Anda. Banyak orang yang masih belum memahami apa yang menjadi motivasi hidup atau baru memahami sebagian dari motivasi hidup sebenarnya. Pemahaman yang kurang atau parsial tentu akan mempengaruhi kualitas kehidupan kita.

Apa definisi motivasi hidup? Kita lihat dulu definisi motivasi. Motivasi pada dasarnya adalah alasan atau dorongan untuk bertindak. Maka motivasi hidup bisa diartikan alasan atau dorongan untuk hidup. Dari sini akan membawa kepada sebuah pertanyaan besar, mengapa kita hidup? Mengapa kita ada di dunia ini? Siapa saya? Banyak orang yang berusaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Namun mereka tidak akan menemukan jawabannya atau menemukan jawaban yang salah selama mereka mencari dari sumber yang salah.

Seharusnya, jika kita bertanya mengapa kita hidup, kita harus bertanya kepada Yang Menghidupkan kita. Tiada lain adalah Allah SWT. Dan, Allah SWT sudah menjawab pertanyaan kita ini dan dituliskan dalam kitab suci kita Al Qur’an.

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS. Ad Dzariat:56)

Jadi ibadahlah yang menjadi motivasi hidup sejati kita. Hidup kita tiada lain hanya untuk beribadah kepada Allah. Segala gerak gerik kita, pemikiran kita, dan ucapan kita harus dalam rangka beribadah kepada Allah.

Tentu saja, pemahaman ibadah disini adalah ibadah secara integral. Bukan hanya ibadah ritual saja, tetapi ibadah secara kesuluruhan. Artinya semua aspek kehidupan yang kita jalani harus dalam rangka ibadah.

Jika ibadah sudah menjadi motivasi hidup kita, inilah yang perlu kita lakukan:

Pertama: Jadikan, semua yang kita lakukan saat ini menjadi bernilai ibadah. Tapi hati-hati, ada berbagai tindakan yang tidak bisa diubah menjadi ibadah yaitu tindakan yang nyata-nyata perbuatan maksiat. Untuk tindakan maksiat, harus dihentikan dan diganti dengan ibadah. Untuk mengganti tindakan “biasa” menjadi tindakan ibadah ialah dengan dua cara:

1. Niatkan sebagai ibadah
2. Lakukan dengan cara yang sesuai syariat

Kedua: Ketahui apa saja ibadah yang harus kita lakukan dan lakukanlah sebisa mungkin. Ketahuilah apa yang dilarang dan jangan lakukan.

Mudah-mudahan kita semua menjadi pribadi yang hidup dengan motivasi hidup sejati ini. Inilah moto hidup kita: Hayatuna kuluha ibadah = hidup kita seluruhnya adalah ibadah.

Source:Renungan Dakwah